Cerita Panas Warisan – Part 5

Cerita Panas Warisan – Part 5by on.Cerita Panas Warisan – Part 5Warisan – Part 5 Aku semakin sering diganggu paranormal nakal dan juga makhluk halus. Ada yang berwujud manusia maupun siluman. Sebenarnya aku mau cerita dengan suami ku namun dia tak kan percaya. Dia pasti mengira aku mengada-ada. Suatu malam aku mimpi didatangi oleh raja siluman buaya. Dia mau menikahi aku namun aku menolaknya. Kemudian siluman […]

tumblr_o0em5eLFSt1ru9ecro6_1280 tumblr_o0em5eLFSt1ru9ecro4_540

Warisan – Part 5

Aku semakin sering diganggu paranormal nakal dan juga makhluk halus. Ada yang berwujud manusia maupun siluman. Sebenarnya aku mau cerita dengan suami ku namun dia tak kan percaya. Dia pasti mengira aku mengada-ada.

Suatu malam aku mimpi didatangi oleh raja siluman buaya. Dia mau menikahi aku namun aku menolaknya. Kemudian siluman buaya itu memperkosa ku. Didalam mimpi ku itu aku digarapnya habis-habisan. Penisnya keras dan bersisik mirip dengan kulit buaya. Seumur-umur baru kali itu aku mendapatinya. Aku dibuatnya hamil hingga punya anak siluman buaya. Ketika aku terbangun rasanya lelah sekali.

Aku sudah tidak kuat rasanya. Sebenarnya aku ingin minta bantuan mertua ku. Tapi aku masih bingung. Akhirnya ku beranikan diri untuk menelponnya.
“Halo Pak, ini Maya”,
“Iya nduk ada apa?”,
“Maya gak kuat Pak, Maya semakin sering diganggu bangsa halus, Maya harus gimana?”,
“Bapak sudah tau semuanya, besok pas kamu libur ajak anak mu ke kampung, kita cari solusi”,
“Iya pak”. Aku mematikan telpon.

Weekend itu aku ajak Tony ke kampung. Sedangkan suami ku sedang dinas luar kota. Sesampainnya disana langsung ku ceritakan semua pada Bapak mertua ku. Tony anakku belum tau tentang warisan itu.

“Yasudah nduk, kamu istirahat dulu, nanti malam kita ritual lagi”, kata bapak.
“Jangan pak, ada Dewi dan Nardi juga”,
“Bukan disini, nanti malam bapak kasih tau”.
Aku hanya mengangguk menurut.

Jam sepuluh malam aku di ajak bapak keluar. Tony juga ikut, namun hanya diberi tau mau cari obat buat ku. Jalannya gelap dan melalui sawah juga ladang. Akhirnya tiba di tempat yang dituju. Berupa sebuah rumah joglo dari kayu. Didalam nya ada tempat tidur dan beberapa kursi. Tidak ada lampu, penerangan menggunakan lampu minyak.

“Sekarang kalian duduk. Tony kamu tau kalau mamah mu sering diganggu makhluk halus”,
“Tau kek, Tony sering lihat yang keluar masuk kamar mamah, apa lagi kalau papah keluar kota”,
“Nah sekarang kamu tau, obatnya itu ada di kamu, kamu yang bisa ngobati”,
“Maksudnya kek?”,
“Mamah mu dikaruniai lubang peranakan yang istimewa, dia menurunkan anak yang istimewa. Dulu kakek memagarinya dengan mustika yang nantinya bisa kamu ambil. Namun ada orang nakal yang membalik fungsi mustika itu sehingga mamah mu jadi disukai makhluk halus”.
Tony cuma diam mendengar penjelasan mertua ku.
“Sekarang kita mulai ritualnya, Tony kamu duduk di kursi itu, Maya kamu berbaring di dipan”, kata ayah mertua ku.
Segera aku menuruti perintah mertua ku. Aku disuruh membuka semua baju ku dan hanya mengenakan kain jarik sebagai penutup.
Kulihat mertua ku mengambil batu cincin yang dulu dia pakai untuk memaikan ku dan juga sebuah keris berwarna hitam legam. Batu cincin itu pun kembali ditiup oleh mertua ku. Dalam sekali tiup tubuh ku langsung menggeliat-geliat.
“Aaahhhh paaaakkkk gelliiiiii”, kata ku.
“Tahan sebentar nduk, kita ambil dulu pasangan dari Warsidi”.

Batu cincin itu digosok oleh mertua ku secara bersamaan, otomatis aku mendesah tidak karuan. Payudaraku serasa dikenyot-kenyot, sedang vagina ku seperti di kocok-kocok. Aku semakin lupa diri hingga akhirnya kain itu tersingkap. Tony hanya melongo melihat tubuh telanjang ku. Sesekali gunung kembar ku bergoyang membuat Tony menelan ludah melihatnya. Keris itu diletakkan disamping tempat tidur. Kemudian mertua ku melepas pakaiannya dan berdiri disamping ku.

“Nduk disedot dulu senjatanya”, perintah mertua ku sambil menyodorkan penisnya.
“Ssrruuuuupppttt ssrrrruuuppppttt ssrruuuuupppttt”, suara ku mengulum.

Sambil aku servis, mertua ku tak henti-hentinya meremasi payudara ku. Dia memainkan susu ku dengan gemas.
“Besar ya nduk, montok, tapi pentilmu kecil”, puji mertua ku.

Tony semakin tidak tahan, duduknya pun mulai tidak tenang. Kemudian emutan ku pun dilepaskan, ganti payudara ku yang disedot. Tangan mertua ku juga mulai mengobok-obok vagina ku.
“Sudahhh paaaaaakkkkkkk, Mayaaaaa kelluuuuuaaarrrr”, aku orgasme dihadapan anak ku.

“Liat Ton, lobang mamah mu bercahaya, tandanya dia siap digarap”, kata mertua ku. Tanpa menunggu panjang lebar mertua ku langsung menindih tubuh ku. Dibenamkannya penis besarnya di liang peranakan ku.
“Aaaahhhhhh paaaaaakkkkk besaaaaarrrr”,
“Apa yang besarrr nduk?”,
“Kontooolllll muuuuhhh paaaaakkkk”,
“Bilang ke Tony yang jelas”,
“Kontoooolll kakekkk muuuuuhhhh besaaaarrr Ton, maannntaaaabbbb”, aku meracau tak karuan.

Belum sempat bernafas, aku lalu dibaliknya. Aku di garap dari belakang, penisnya mendesak-desak itil ku sehingga aku kegeliaan.
“Mayaaaaa gaaakkkk kuaaaaaatttt aaaaaaaahhhh”, aku orgasme lagi kali ini lebih dahsyat sampai muncrat-muncrat.
“Bapakkk jugaa ndukk”,
“Crrrroooooottttt crrrroooottt crrrrroooooootttttt”, pejuh mertua ku keluar banyak, hingga meleleh keluar.

Aku masih lemas dibuatnya, aku terlentang diatas dipan.
“Tony, sekarang gantian kamu”,
“Apa kek?”, Tony kaget.
“Kamu yang melanjutkan ritualnya, ambil mustika dalam tempik mamah mu”,

Author: 

Related Posts

Comments are closed.