Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 16

Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 16by on.Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 16Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 16 BC.13 : Kenyataan Yang Mengejutkan Sabtu Pagi, Foodcourt Kenapa?…. Kaget..? Tanya Gilang. Ee..a..anuu Jawab Fika panik Gue lebih kaget Fik.. Gilang.. Gue. Kehadiran Gilang yang mendadak, membuat Fika sangat takut. Fika merasa dunia-nya kini telah hancur, karena kehiduan lain diri-nya telah diketahui Gilang, teman sekelasnya. Fika sangat takut kalau-kalau […]

tumblr_nsozhaohQR1u5rz5co1_500 tumblr_nsozhfZ9EG1u5rz5co1_500Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 16

BC.13 : Kenyataan Yang Mengejutkan

Sabtu Pagi, Foodcourt

Kenapa?…. Kaget..? Tanya Gilang.

Ee..a..anuu Jawab Fika panik

Gue lebih kaget Fik..

Gilang.. Gue.

Kehadiran Gilang yang mendadak, membuat Fika sangat takut. Fika merasa dunia-nya kini telah hancur, karena kehiduan lain diri-nya telah diketahui Gilang, teman sekelasnya. Fika sangat takut kalau-kalau hal ini tersebar di Sekolah-nya. Membuat Fika tidak mampu lagi membayangi hal apa yang akan menimpanya kelak.

Udah-udah.. Kenapa harus repot-repot jelasin ke gue hee.

Tapi? Ujar Fika, mencoba menjelaskan situasi yang terjadi

HmmEmang sih gue sedikit kaget, tapi paling enggak kan.. Gue jadi sedikit tau tentang lo. Itu aja cukup

Tapi.. lang?

Fika memang merasa begitu takut, Berkali-kali Fika mencoba menjelas-kan situasi yang terjadi, namun Gilang terus memotong setiap ucapan-nya. Sikap Gilang yang seolah-olah tidak perduli malah membuat Fika lebih takut.

Udah..Gue bilang lo gak perlu jelasin Fik.. Ganti pembicaraan dong.. Lo gak nanyain kenapa muka gue bonyok gini? Ujar Gilang sambil memamerkan muka-nya yang dipenuhi memar.

I..iya.. Muka lo ke..kenapa? Tanya Fika

Hmm dipukulin sakit Fik.. tuh liat biru-biru kan Ujar Gilang mulai merengek.

O..ohh Jawab Fika yang masih dipenuhi rasa cemas.

Ooohhh doang?? Ck dasar cewek gak punya hati.

Dan Fika pun hanya mampu terbisu, dengan berjuta ketakutan difikiran-nya.

Ah..Yaudah gue cabut dulu.. mending cepet lo samperin lagi tuh tua bangka Ujar Gilang sambil menunjuk kea rah Om Bram.

Please gue mau jelasin.. mohon Fika mengiba.

Gue gak mau denger.. ini udah lebih dari cukup gue cabut dulu yah.. Ujar Gilang sambil mengacak-ngacak rambut di kepala Fika.

GilangJangan gini dong Bentak Fika, karena Gilang terus memotong ucapan-nya.

Kamu cantik Fik pagi ini.. UJar Gilang , sambil mendekat-kan wajah-nya

eeh?? Ucap Fika kaget.

Yaudah gue cabut dulu Ada yang nungguin bubur.. Jawab Gilang sambil menunjukan bungkusan kantong kresek di tangan-nya.

Bruuukkkk Fika pun mulai kesal dan melayangkan tinjunya ke arah wajah Gilang. Namun tangan Gilang kali ini lebih cepat. Dengan mudah Gilang menangkap tinju Fika.

Nah gini dong.. Ini baru Fika temen sekelas gue

Lelepasin teriak Fika, sambil melepaskan cengkraman tangan Gilang.

Okeh.. sampe ketemu di sekolah yah.. Ujar Gilang, sambil berjalan meninggalkan Fika.

Pertemuan yang tidak diduga tersebut. Membuat Fika terus diam membisu. Bahkan Om Bram pun harus berkali-kali mengulang kata-katanya, karena Fika terus melamun. Setelah menghabiskan bubur ayam-nya, Fika pun izin pamit lebih awal, dengan alasan tidak enak badan. Fika pun menolak tawaran Om Bram untuk mengantar-nya dengan berbagai alasan.

Dengan lesu Fika terus berjalan menyusuri parkiran foodcourt, yang dipenuhi pengunjung. FIkiran-nya terus melayang-layang, membayangkan apa yang akan dilakukan Gilang, terhadap sisi lain kehidupan-nya tersebut. Dan tiba tiba, BRooooOOmmmCkiit.. Sebuah mazda RX 8 berwarna hitam tepat berhenti di depan Fika.

Maaf Pak saya sedang melamun Ujar Fika kepada pengendara RX 8 tersebut.

Ckleeekk pintu mobil pun terbuka, Sesosok pria berkaca mata keluar dari mobil tersebut, hingga membuat mata Fika terbelalak melihat pria tersebut.

BaBayuuu? Teriak Fika kage.

Kamu gak apa-apa? Bayu pun segera menangkap pundak Fika, dan melihat keadaan Fika dengan hawatir.

E..Engak apa-apa kok Bay.. Jawab Fika, sambil menepis tangan Bayu.

Blum selesai masalah Gilang, kini malah giliran Bayu yang tiba-tiba muncul di hadapan Fika. Fika yang masih terus teringat dengan kejadian di kolam renang waktu itu, menjadi sedikit salah tingkah di depan Bayu. Fika sama sekali tidak menduga akan bertemu lagi dengan Bayu.

Kamu ngapain di. Ucapan Bayu terhenti, karena mengingat penjelasan Om Budi tentang sisi lain Fika.

Makasih Bay.. Gue duluan.. Ujar Fika sambil berbalik meninggalkan Bayu.

Fik… gue anter balik.. Bayu pun menangkap pergelangan Fika.

Berbeda dengan Gilang, genggaman tangan Bayu begitu terasa hangat. Membuat Fika seolah-olah merasakan kembali, getaran perasaan ketika bertemu Bayu di kolam renang.

Gue anter pulang, Please jangan nolak.. muka lo pucet banget Fik.. Gue hawatir paksa Bayu sambil menatap tajam kea rah Fika.

Sebenarnya Bayu selama ini juga terus teringat akan Fika. Walapun awal-nya Bayu berniat untuk membalas penolakan Fika, namun entah kenapa penjelasan Om Budi ,membuatnya malah ingin melindungi, wanita penolong-nya tersebut.

Tiiiiiiiiinnntiiinntinn Suara kelakson mulai bersautan dari arah antrian mobil yang terhenti akibat mobil Bayu.

EhhSlow dong jiinggg Teriak Bayu membalas

Yaudah.. Bay.. parkirin aja dulu mobil lo.. Perintah Fika

Benerrr?? Bentar yah

Bayu pun berlari, dan mulai memarkirkan mobilnya di celah parkiran yang tidak jauh dari Fika. Setelah mengunci mobil-nya Bayu pun kembali berlari kea rah Fika.

Emmh Fik tapi gue ada urusan bentar di dalam.. Lo mau tunggu di mobil?? Tanya Bayu

E..engak usah Bay.. Gue tunggu di sini aja Jawab Fika dengan senyum palsu.

Bener yah?…Gue bentar doang, suerr tunggu disini benter yah Ujar Bayu

Iya.. Jawab Fika sambil menganggukan kepalanya.

Fik.. tunggu disini 5 menit aja kok.. jangan kemana-mana Ok? Perintah Bayu, sambil berjalan mundur, menjauh dari Fika.

Jangan kemana-mana Ujar Bayu yang semakin menjauh.

Iya.. Jawab Fika lagi sambil kembali tersenyum.

T-u-n-g-g-gu.. Eja Bayu dari kejauhan.

Fika hanya mampu tersenyum melihat tingkah Bayu, Ingin rasa-nya Fika mengambil kesempatan ini untuk lebih mengenal Bayu. Namun Fika tau betul itu adalah hanya ada di angan-angannya. Fika yang sadar dengan, siapa dirinya sebnar-nya, sungguh tidak punya nyali untuk terus member harapan kepada Bayu.

Setelah melihat Bayu yang mulai hilang ditelan keramaian. Fika pun berbalik dan mulai kembali melangkah, meninggal-kan kesempatan untuk lebih dekat dengan Bayu. Ingin sekali Fika merasakan, kisah asmara sepeti remaja lain seumura-nya. Namun kembali, kenyataan hidup lah, yang terus membuat Fika sadar dengan segala batasan-batasan yang tidak dapat ia lewati seenak-nya.

Selagi Fika terus melangkah menjauh, Kini Bayu sedang duduk berhadapan di meja Foodcort, bersama seorang pria paruh baya ber-rambut putih. Siapa lagi kalau bukan Bramestio atau Om Bram.

Akhir-nya kamu datang Bay, Gimana sekolah kamu? Kata Prayogo kamu sering bikin ribut di sekolah yan? Tanya Om Bram.

Gak usah sok peduli.. Gimana kabar kak Nadi? Tanya Bayu ketus.

Hmm Baik kok.. Dia nitip salam buat kamu sama Gilang Jawab Om Bram

Oh..

Kamu masih musuhan sama Gilang ? Hahaha Kalian nih.. Masih aja kaya anak kecil..hahaha Ledek Om Bram.

Semua juga kan gara-gara ulah Ayah Ujar Gilang datar.

HahahahaMasih soal pertunangan itu?..Harusnya kamu senang Bay.. Sebentar lagi sahabat kecil kamu akan jadi saudara-mu. Hahahahaha Tanggap Om Bram.

Masih ada lagi yah? Bayu masih ada urusan. Ujar Bayu, bersiap bangkit dari kursinya.

Bayu.. Kamu sudah terima berkas saham yang ayah titip-kan pada Prayogo? Tanya Om Bram, dengan wajah serius.

Oh.. aku gak terlalu tertarik masalah kaya gitu, Bayu akan coba buktiin kalu Bayu bisa tanpa bantuan Ayah.

Huhahahahhaha.Bayu..Bayu.. Kamu memang putra Ayah.. Tapi kamu harus tau, bahwa masa kejayaan, Budi Bramestio Mancanegoro ini akan segera lewat. Jadi kamu Bayu Mancanegoro lah satu-satunya putra ayah, yang nanti akan melanjutkan-nya. Jelas Om Bram

hmm Berikan saja ke kak Nadi.. Jawab Bayu datar

Huhahaha Kamu kan tahu, Gilang itu juga satu-satunya ahli waris keluarga Wiguna. Pasti kakak-mu akan siibuk mengurusi kerjasama perusahaan kita. Hahaha

Terserah..Yang jelas Bayu gak tertarik..Baiklah, Kalau tidak ada lagi. Bayu mohon pamit.. Ujar Bayu sambil bangkit dari kursi-nya.

Loh.. Kamu gak makan bubur ayam dulu Bay?

Gak laper.. Bayu pun melangkah meninggalkan Ayah-nya.

Sementara itu, Fika masih terus memikirkan kejadian-kejadian luar biasa hari ini. Dengan langkah tak menentu Fika terus berjalan menyusuri daerah yang tidak dikenal-nya itu. Tanpa sadar Fika telah berada di sebuah lingkungan pemukiman yang sedikit sepi.

Setelah sadar Fika pun mulai berbalik, untuk menyusuri kembali rute-nya tadi. Namun saat Fika berbalik badan, dua orang berpenampilan kumal menghadangnya, sambil cengengesan.

Mau kemana non? Pagi-pagi udah linglung gitu Ujar salah satu dari mereka.

En..engak mas.. tadi saya sedikit tersesat. Jawab Fika ketakutan karena mereka semakin mendekat.

Oh.. Yaudah sekalian mampir ke tempat kita yu.. tuh sepi loh Ujar salah satu-nya sambil menunjuk ke arah gardu listrik, yang sudah tidak terpakai.

Beetttt TIba tiba seseorang membekap mulut Fika dengan sebuah kain. Dengan cepat kedua orang di depan Fika, langsung menyambar tubuh Fika dan menggotongnya masuk kedalam gardu listrik tersebut.

Gelar dulu tikernya coy, dapet body legit kita pagi ini. Ujar salah satu dari mereka.

Kini tubuh Fika telah dibaringkan di atas kardus bekas, dan dikrumuni oleh tiga pria lusuh yang terus menahan perlawanan Fika. Sebut saja si Gendut, si Kurus, dan Si Codet.

Fika pun hanya mampu terbelalak galak sambil meronta-ronta, karena mulutnya telah di sumpal oleh sebuah kain, yang ternyata adalah sebuah celana dalam, milik salah satu dari mereka. Bau celana dalam yang menyengat di mulut Fika, membuat Fika merasa mual. Terlebih lagi rasa asin yang Fika rasakan, ketika air liur-nya membasahi celana dalam tersebut.

Cepeet eksekusi langsung aja coy..keburu ada yang lewat

Kalian pegangin. Biar gue telanjangin dulu nih perek. Ujar yang si Gendut

Dengan kasar, celana jeans panjang Fika mulai di loloskan dari kaki-nya. Hingga kaki Fika yang jenjang dan mulus, kini terpampang bebas di hadapan mereka. Denan cepat si Codet memegangi kaki Fika yang terus meronta-ronta. Perlahan-lahan celana dalam Fika pun mulai di turunkan Hingga tergantung di salah-satu pergelangan kaki-nya.

wuuiihhMemek-nya kayanya sempit banget coy.. bersih lagi gak ada jembutnya.

Sini gantian pegangin, gue mau icip dulu nih memek Ujar si Gendut

Dengan kasar si Gendut mulai mengangkat kaki Fika ke atas dan merenggangkan kedua paha Fika. Hingga membuat belahan vagina Fika yang mulus kini sedikit terkuak, dan membuat klitoris dan labia mioranya sedikit mencuat keluar.

Wah Liat coy.. Itilnya gurih banget nih pasti Ujar si Gendut

Udah cepet hajar coy.. Gue juga mau nyoba.. Jawab si Codet tak mau kalah.

Eh.. Mending kita iket aja nih cewek, dari pada pegel megangin, gimana? Ujar Si Kurus yang mulai kewalahan, menahan tubuh Fika yang terus berontak.

Okee Jawab Si Gendut dan Si Codet hampir bersamaan.

Si Gendut yang sudah bernafsu ingin mencicipi vagina Fika pun, terpaksa menunda aksi-nya. Kini ketiga gelandangan itu mulai mengangkat paksa tangan Fika ke atas dan mengikat tangan Fika pada sebuah tiang besi, penyangga trafo listrik. Air mata kini mulai menggenangi mata Fika yang ketakutan.

Setelah mengikat tangan Fika, kini giliran kaki Fika yang digantung pada sebuah tali tambang lusuh, yang diikat di atap gardu listrik. Membuat Fika tak mampu lagi berontak, hanya pinggul-nya lah yang mampu bergerak, menggelinjang di atas sebuah kardus bekas yang mengalasi tubuh Fika. Air liur mulai menetes membasahi bibir dan dagu Fika, karena mulutnya telah di sumpal oleh celana dalam.

Hahaha gile makin nafsu gue liat-nya Ujar si Gendut melihat posisi selangkangan Fika yang terbuka, karena kakinya telah di gantung. Menampakan sebuah vagina remaja yang bersih tanpa bulu, serta lubang kecil yang menghitam tepat di bawah-nya.

Dengan kasar Si Gendut mulai mengangkat pantat Fika dan melumat vagina Fika. Fika pun hanya dapat pasrah dan menanti seseorang mendengar aksi bejat ketiga gelandangan itu.
Dengan sengaja, sesekali si Gendut menggelitik klitoris Fika dengan kumisnya yang tidak terawat, membuat Fika menggelinjang menahan geli di klitoris-nya.

Setelah terpancing oleh ekspesi ketakutan Fika, kini Si Codet mulai meloloskan celananya. Hingga terpampang lah penis hitam berbulu mulik si Codet. Fika tidak melihat adanya celana dalam pada celana jeans belel Si Codet yang kini tergeletak di lantai, membuat Fika segera mengetahui, siapa pemilik celana dalam berbau terngik di mulutnya.

Cantik Maaf yah tadinya gue pengen ngerasain sepongan lo.. tapi nanti lo malah teriak.. hahaha Ujar Si Codet sambil memeperkan penisnya di atas wajah cantik Fika. Bau tengik di penis Si Codet yang terus menggesek setiap bagian wajah FIka, membuat Fika ingin muntah. Ditambah lagi rasa asin keringat pada celana dalam yang mau tak mau Fika hisap sesekali, karena air liurnya terus menetes.

Kenapa Gak suka? Kancut gue aja lo isep.. Ujar Si Codet marah, dan langsung menutup hidung Fika.

Fika yang kehabisan nafas, terpaksa mulai menarik nafas dari mulutnya. Membuat aroma menjijikan kancut si Codet terhisap bersama nafas Fika. Wajah Fika pun mulai memerah dan air mata semakin membanjiri wajah cantiknya.

Broo toketnya kenyal banget.. Kalo gue punya bini kaya gini mah, betah dirumah.. Ujar si Kurus, mulai meremas payudara Fika yang masih tertutup kaos dan Bh.

hahaha hajar aja coy.. lagian emang lo punya rumahhahahaha Cela si Gendut, sambil terus melumat vagina Fika.

Aroma khas vagina Fika yang menggoda membuat Si Gendut semakin buas mencumbui vagina Fika. Lidah kasar si Gendut terus bergerilya, menjilat setiap bagian vagina Fika hingga ke lubang kecil anus Fika.

Setelah puas dengan vagina Fika, Si Gendut pun berhenti sejenak dan memandangi selangkangan remaja yang tadi dicumbunya.

Kenapa sayang, Enak yang di jilat lobang boolnya? Hahaha Ujar si Gendut.

Hajar Bro cepetan gentian gue udah ngaceng banget nih Ujar si Kurus, yang kini mulai menghisap pentil Fika,

Mendengar ucapan Si Gendut, Fika pun mulai menggeleng dan meronta-ronta sekuat tenaga. Dengan bajunya yang sudah di sibak ke atas oleh Si Kurus, kini Payudara Fika mulai berguncang-guncang mengikuti rontaan tubuhnya.

Tanpa memperdulikan penolakan Fika, Si Gendut pun mulai menjilati lubang anus Fika. Aroma khas pada anus Fika malah membuat Si Gendut semakin semangat mencumbui, lubang kecil yang kini mulai berkedut tersebut.

Anjing Diapaain sih pantat gue Fika jangan terpancingaaaaahh Ujar Fika dalam hati.

Dengan sekua sekuat tenaga , Fika berrtahan untuk tidak terpancing cumbuan ketiga gelandangan tersebut. Namun diluar kendali Fika kini tubuhnya mulai merespon cumbuan ketiga orang tersebut. Vagina Fika pun mulai mengeluarkan cairan kewanitaanya, dan putting-nya semakin mencuat karena hisapan Si Kurus yang begitu lihai, menggelitik putting-nya.

Hahahha Brontak-brontak tapi memeknya malah basah. Dasar jablay.. mau juga kan lo? Ujar Si Gendut, melihat vagina Fika yang mulai basah.

Fika pun hanya mampu pasrah dan mengutuk tubuhnya sendiri, karena telah merespon cumbuan ketiga gelandangan tersebut.

Eh ngehe, udah entot aja buruan.. gue udah gak tahan ni Maki Si Codet, sambil terus menggesekan penisnya di wajah Fika.

Iya jing sabar Sayang tahan yah, Titit abang mau masuk dulu.. Ujar Si Gendut, sambil membuka celananya.

Melihat penis si Gendut yang sudah ereksi penuh, Fika pun kembali memberontak dan berusaha menutup pahanya. Namun sia-sia ikatan di kakinya begitu kuat, Fika hanya bisa memaki dalam hati saat merasakan kepala penis Si Gendut mulai membelah lubang vaginanya.

Setelah perlahan menikmati remasan vagina Fika yang sempit dan basah. Si Gendut pun mulai menghentakan pinggulnya, hingga membuat Fika merasa begitu tersiksa. Kepala Fika terdengak, menahan rasa nikmat yang begitu menjijikkan tersebut.

Melihat aksi Si Gendut, Si Kurus pun mulai mencengangkan kedua kakinya, diatas tubuh setengah telanjang Fika dan mulai menggesekan penisnya dekil-nya di sela payudara Fika. Berkali-kali Si kurus meludah di dada Fika agar melumasi penisnya yang terus di gesekan di payudara Fika.

Ahhh Sempit banget nih memek.. bisa lecet kontol gue Ucap Si Gendut, sambil merem-melek menikmati jepitan vagina Fika.

Udah jangan bacot, cepetan gue juga mau Balas si Codet, dengan muka mupeng.

Wajah Fika yang terlihat begitu cantik dan menggairah-kan, membuat Si Codet tidak sabar menunggu Fika melayani penis hitamnya. Dengan cepat dia mulai menarik celana dalam yang menutup mulut Fika.

Guelepasin.. tapi jangan teriak yah cantik, sepong punya abang yah..hee Ujar si Codet, penuh nafsu.

Dan akhitnya celana dalam beraroma busuk itu pun lepas dari mulut Fika yang sudah dipenuhi air liur-nya sendiri. Perlahan-lahan Si Codet pun mulai mendekatkan penis dekil-nya ke mulut Fika. Namun saat aroma apek penis Si Codet mulai tercium oleh Fika

AAAAAAAAAAAA!TOLOOOOOOONGGGGG..!TOLOOONG ! Fika pun berteriak sekuat tenaga.

Hahaha Makan nih tempat ini sepi neng Ujar Si Codet

TOOOLLOOOOONG..! TOOOO.emmhhhpphh Teriakan Fika tertahan oleh lesakan penis Si Codet yang beraroma apek.

Fika mencoba menggigit penis Si Codet, namun dengan sigap Si Codet menjambak rambut Fika. Membuat Fika terpaksa menahan sakit di rambutnya sambil merasakan lesakan penis Si Codet di mulutnya.

Hahahaha Dapet juga lo sepongan nih jablay.. Ledek Si Gendut, sambil terus menggocok penis-nya di lubang vagina Fika.

Mantab coy.. doyan kayanya nih jablay, ngemut penis gue..hahaha Balas Si Codet sambil terus menyodokan penisnya ke dalam mulut Fika.

Sayang.. Boleh yah abang coba bool kamu..heee Ujar Si Gendut, sambil mengarahkan penisnya ke depan anus Fika.

Fika pun menggeleng sekuat tenaga, namun penis Si Codet terus menyibukkannya. Fika hanya mampu pasrah saat merasakan kepala penis Si Gemuk mulai menggelitik bibir anusnnya. Dengan sekuat tenaga Fika mencoba memejamkan matanya, dan berharap ini semua cuman minmpi.

Hahaha Tahan yah Sayang, abang obok-obok dulu bool-nya Ujar Si Gendut, mulai memaksakan kepala penisnya untuk membuka lubang anus Fika yang sempit.

Tiba-tiba Bruuuuaaaaaakkkkk pintu gardu terbuka, dan menghantap wajah Si Codet dengan keras. Si Codet pun terpental jauh ke belakang.

EHAnjing siapa lo? UJar Si Gendut dan Si Kurus bersamaan , sambil memakai kembali celana mereka.

Matikalian semua Jawab seseorang yang ternyata Bayu,

Fika hanya mampu terbelalak melihat Bayu datang, sambil membawa sebuah kunci roda mobil di tanganya. Wajah Bayu sangat menyeramkan, tapi berbeda dengan saat di kolam renang. Wajah menyeramkan Bayu kali ini, sungguh membuat Fika sedikit lega.

BANGSAAAAATTTTT..PRakkk Teriak Bayu, Diikuti suara hantaman kunci di kepala Si Gendut.

Seketika Si Gendut tersungkur tak berdaya, dengan darah yang mulai mengalir deras di kepalanya. Melihat temanya telah dilumpuhkan, Si Kurus dan Si Codet mulai ketakutan dan melangkah mundur ke pojok gardu.

MatiKalian MatiKalian.. Gumam Bayu tertunduk, dengan kunci ban yang bersimbah darah di tangan-nya.

Maafin.. Kamii Ampun bang kami hilaf mohon kedua gelandangan itu ketakutan.

Tanpa memperdulikan kedua gelandangan yang memohon tersebut, Bayu mulai berjalan mendekati tubuh tak berdaya SI Gendut yang masih merangkak menjauh. Brrruuuuaakkk Tendangan keras Bayu kembali menghantam telak di kepala Si Gendut, hingga membuat-nya bersimbah darah tergeletak dilantai dan tak sadarkan diri.

Mati..kalian..matikalian.. mati kalian Ujar Bayu sambil melirik tajam ke arah mereka.

Ampuuunn bang Ampuni kamiii.. Kedu gelandangan mulai bersujur memohon ampun.

Mati Kalian MAAATIIIIIII! Dengan cepat Bayu, bergerak mendekat dan mengayunkan kunci ban tersebut.

BletakkKraakkkk.. Hantaman Bayu membuat tangan Si Codet patah, karena mencoba menahan ayunan kunci ban yang di layangkan Bayu sekuat tenaga.

AAAAAAGGGHHHHH Si Codet pun terguling-guling memegangi tangannya yang terkulai patah dari lenganya.

Mati Kalian Mati Ujar Bayu, sambil mengambil ancang-ancang untuk merobohkan Si Codet yang sedang mengerang kesakitan.

SI Kurus hanya mampu terjongkok ketakutan melihat teman-temannya yang sudah tak berdaya. Beetttt Dengan sekuat tenaga Bayu pun mengayunkan kunci ban tersebut tepat ke arah kepala Si Codet.

JANGAANN.. BAYUU Teriak Fika sambil menagrub tubuh bayu dari belakang.

Bayu yang kaget, menghentikan ayunan tangannya.

Lepasin Fik.. Mereka pantas mati.. Ujar Bayu datar.

Udah Bay Cukup.. lo mau masuk penjara..

Mereka pantas mati Fik.. Mereka udah berani kurang ajar, sama orang yang gua ingin lindungin

Degg Ucapan Bayu membuat hati Fika bergetar.

Jadi lepasin gue Gue mau balasin dendam lo Fika.. Ujar Bayu

Fika pun melihat air mata sedikit membasahi ujung mata Bayu, yang menyeramkan. Dengan cepat Fika berpindah ke depan Bayu dan memandangi wajah penolong-nya itu.

Bayu Udah cukup Gue udah gak apa-apa.. Ujar Fika dengan air mata yang mulai menggenang.

Mereka harus mati Fik.. Itu resiko mereka yang berani ganggu lo.. Ujar Bayu, sambil menatap tajam ke arah Si Codet yang sedang mengerang kesakitan.

Gue bilang cukup Bayu! Ujar Fika

Dengan cepat kedua tangan Fika memegang wajah Bayu, dan mengarahkan pandangan Bayu ke wajahnya. Dilihatnya tajam wajah Bayu yang dipenuhi akan kemarahan.

Lepasin Fik.. Gue mau bummpphh Ucapan Bayu terhenti oleh Fika, yang tiba-tiba mencium bibirnya.

Klontaanggklontang Kunci ban yang bersimbah darah tersebut-pun, terjatuh dari genggaman Bayu. Perlahan-lahan ciuman Fika dibibir Bayu, membuat emosi Bayu mulai mereda. Merasakan ketegangan Bayu telah berkurang. Fika-pun melepas kan bibir-nya dari bibir Bayu.

Hah..hah.. Bayu.. jangan ngamuk lagi bawa gue pergi dari sini. Please.. Mohon Fika, sambil menatap nanar kea rah Bayu.

Gue masih kesel Fik

Ehjangan maceemmmhhh

Kini giliran Bayu yang membalas ciuman mendadak Fika. Fika-pun hanya mampu terbelalak karena serangan balasan Bayu yang tiba-tiba. Bruuukk Tinju Fika pun menghantam keras perut Bayu.

AAWwwwFik..apa-apan sih.?! Sakiitt Omel bayu, Sambil memegang perut-nya yang sakit.

Bawa gue keluar dari sini.. Plase Pinta Fika memohon.

Iyaiya.. Makanya nurut kalo gue suruh tunggu.. Omel Bayu sambil menggandeng tangan Fika, berjalan keluar gardu listrik tersebut.

Kini hanya tinggal si Kurus-lah yang masih syok dan bingung dengan hal yang baru saja terjadi. Setelah keluar dari gardu listrik tersebut, Bayu langsung mengganjal gagang pintu besi gardu tersebut, dengan kunci ban tadi.

Bay.. Kok..?? Tanya Fika heran.

Halo.. Om Hamid Sehat pak Ujar Bayu, yang tiba-tiba berbicara dengan seseorang di tepefon.

Sehat Om..hee.. Ayah juga nitip salam buat Om..Hahaha

Gini pak, tadi ada preman ngerjain pacar saya..

Iya pak.. Makanya tadi saya kasih sedikit pelajaran..

Tenang.. kaya-nya masih idupIya Om..

Oh iya Nanti saya kasih alamat-nya.. Om tinggal ciduk aja.

Baik Om..Makasih.. Nanti saya sampaikan ke Ayah.Tuuutt.tuuttt..

Bayu pun kembali menatap ke arah Fika yang sedang kebingungan. Disambarnya tas ransel dari tangan Fika, dan membawanya ke mobil RX-8 milik Bayu, yang telah terparkir tidak jauh dari situ.

Setelah membantu Fika untuk duduk di dalam mobil, Bayu pun melempar tas Fika ke celah di bawah jok mobil. Dengan sigap Bayu memasangkan sabuk pengaman pada Fika, yang masih diliputi trauma bercampur heran.

Kenapa Fik??… Ujar Bayu sambil menyalakan engine.

..Papacar..?? Ujar Fika ragu..

Iya Kan lo pacar gue..

Plaaakkk sembarangan ngaku-ngaku Omel Fika sambil menjitak pelan kepala Bayu.

Aw aw Itu tadi Om Hamid polisi temen bokap gue lagian..tadi kan udah cium..cium.. heee Ujar Bayu sambil memonyongkan bibirnya.

Dasar bocah.. jalan cepetan Ujar Fika sambil melipat kedua tangan-nya di atas dada

Ck.. Dasar cewek monster.. Bayu Pun mulai memacu mobilnya.

Mobil Bayu kini mulai melintas di padat-nya lalu lintas jalan tol siang itu. Walaupun sudah cukup lama mereka berdua-an di dalam mobil, namun tidak ada kata yang terucap dari mulut kedua-nya. Sesekali Bayu melirik kea rah Fika yang masih menatap jauh ke luar jendela mobil.

Fik.. mau gue anter kemana? Tanya Bayu

Bay.. kok lo bisa tau gue di sana? Jawab Fika, malah kembali melontarkan pertanyaan

Hmm Gue tadi bingung nyariin lo kemana-mana.. Abis tadi lo ilang.. padahal udah gue suruh tunggu. Jawab Bayu

Terus kok lo bisa tau gue di gardu itu?

Gue denger sekilas suara teriakan lo.. langsung aja gue dobrak nih sakiitt pundak gue Jawab Bayu, Sambil sedikit merengek memegang pundak-nya.

MaMakasihh yah Bayhiks..hikss.. Jawab Fika, dengan air mata yang kini mulai menetes deras.

Ckiiiiitttttt.Tiiiin..Tiiinn tiba-tiba Bayu membanting mobilnya ke bahu jalan, membuat mobil-mobil terpaksa berhenti mendadak dan meneriakan kelakson kesal. Setelah menghentikan mobilnya asal di bahu jalan. Bayu pun langsung melepas tali pengaman, dan langsung memeluk erat tubuh Fika. Membuat Fika hanya mampu bersandar di pundak Bayu sambil menangis sejadi-jadinya. Melepaskan semua ketakutan dan ingatan saat ketiga glandangan bejat tadi, mengerjai tubuh-nya.

Makanya.. mulai sekarang biarin gue jagain lo yah Fik.. Ujar Bayu sambil memeluk erat tubuh Fika.

Sambil terus menangis, Fika pun hanya mengangguk perlahan membalas ucapan Bayu, yang begitu menenangkan. Setelah air mata Fika mulai habis, perlahan-lahan Fika pun melepaskan pelukan Bayu.

BayuGue mau pulang aja yah?

Yaudah gue anter

Gue bisa sendiri kok.. Lagian gue berangkatnya sama Om Budi..Nanti nyokap malah curiga

UdahGue anter titik Biar nanti gue hubungin Om Budi..

Tapi Bay

Saat Fika mencoba menolak tawaran Bayu, tiba-tiba Bayu mengecup cepat bibir Fika. Membuat Fika terkejut.

Bayuu apaan sih lo

Udah diem..kalo masih nolak, gue cium lagi.. Ancam Bayu.

.. .Fika pun hanya mampu diam, menerima paksaan Bayu.

Fik..?

iya..Bay??

hmm tadi kayanya, lo diiket deh kok tiba-tiba bisa ngalangin gue? Tanya Bayu heran.

HmmGue lepasin iketan ditangan gue pake gigi..kenapa?

hah??!…Dasar cewe monster Gumam Bayu..

Mobil Bayu kembali meluncur ke arah rumah Fika.

***

Setelah mengikuti arahan yang diselingi makian Fika, akhirnya Bayu dan Fika sampai di depan rumah Fika.

Makasih yah Bay Gue duluan.. Ujar Fika bersiap turun

Eh..Bentar Fik Bisa minta nomer-nya Om Budi??

Bolehnih..! Dengan sigap jemari Fika mencari kontak Om Budi di smartphone-nya, Lalu menyodorkan-nya ke Bayu.

Bayu pun langsung menyambar smart phone Fika dan kriiingg.kriiingg. Smart phone Bayu pun berbunyi. Rupanya Bayu sengaja memanggil nomer-nya sendiri menggunakan nomer Fika.

Eh Bay kok? Tanya Fika heran.

Heeeini nomer gue.. Simpen yah Yaudah sana istirahat.. nanti gue hubungin lagi..

Hah?..curaaaang Rengek Fika kesal.

Udah sana turunHahahahha

Fika pun akhirnya turun dari mobil Bayu, dan dengan cepat mobil Bayu pun kembali melaju menjauhi rumah Fika. Fika pun masuk kedalam rumah dan melanjutkan harinya seperti biasa. Walau sesekali bayangan menyeramkan ketiga gelandangan tadi, masih terngiang di fikiran Fika. Fika mencoba bersikap normal di depan Ibu dan Adiknya.

Hingga malam tiba, Fika pun pamit untuk tidur lebih awal, kepada Ibu dan adik-nya yang masih asik menonton tayangan televise. Sambil berbaring merasakan peluh di tubuh-nya, Fika terus menatap layar Iphone-nya .

Issshh Katanya mau ngubungin lagi Grutu Fika sambil terus mengecek notifikasi

Aduh aduuh gawat.. kenapa gue jadi ngarepin Bayu ngubungin gue Ujar Fika uring-uringan.

Tapi..dia gak hawatir apa ngucapin selamat malam kek. Iisshhhh

Akhirnya Fika pun tertidur pulas malam itu, dengan Iphone yang masih berada di genggaman-nya.

***

KUkuruuuyuuukkkkkkk Suara ayam mulai terdengar bersahutan disertai aktivitas Ibu Fika yang sedang sibuk di dapur.

hMMMMHHH Fika pun terbangun dari tidurnya. Wajah cantiknya terlihat begitu natural khas remaja bangun tidur. Sambil mengucek-ngucek matanya, Fika melihat dua notifikasi pesan masuk di layar Iphone-nya.

Hmm Siapa nih?

Dengan malas, Fika pun mencoba dua pesan tersebut. Dan seketika rasa kantuk seakan lenyap dari matanya. Matanya sedikit terbelalak melihat isi dari pesan tersebut.

+628000*******
Yesterdat, 23:10

Fik Ini gw Bayu.
Hahaha. Pasti lo nunggu kabar dari gue yah.?
Hmm.. Senin gue jemput pulang sekolah yah?
Gak usah pake nolak.

+628111*******
Yesterday, 23:34

FikaAkhir-nya sukses juga gue ngancem si Rita, buat dapetin nomer lo.
Senen temenin gue cabut upacara lagi yah? Gue tunggu di kelas.

Gilang.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.