Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 40

Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 40by on.Cerita Sex The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 40The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 40 CHAPTER 6 PART 3 Amarah 3rd POV Suasana di Rumah Sakit semakin ramai, banyak pemburu berita berdatangan, mereka memberitakan kecelakaan Adri ini karena Adri mengkonsumsi obat-obatan terlarang, ditambah lagi orang tua Adri adalah memang salah seorang pengusaha terkenal di negeri ini. Kecelakaan Adri belum […]

The Story Of Adri: Life, Love, And Tear – Part 40

CHAPTER 6
PART 3

Amarah
3rd POV

Suasana di Rumah Sakit semakin ramai, banyak pemburu berita berdatangan, mereka memberitakan kecelakaan Adri ini karena Adri mengkonsumsi obat-obatan terlarang, ditambah lagi orang tua Adri adalah memang salah seorang pengusaha terkenal di negeri ini. Kecelakaan Adri belum diketahui bagaimana bisa terjadi, karena pihak kepolisian masih melakukan investigasi terhadap kecelakaan Adri ini.

Kerabat dan keluarga orang tua Adri silih berganti berdatangan ke rumah sakit. Sarah sudah tiba di rumah sakit, dia tampak tergesa-gesa masuk ke rumah sakit. Di dalam rumah sakit, Sarah langsung menghampiri keluarga Adri.

Kak Sarah panggil Ayu.

Sarah langsung menghampiri Ayu.

Gimana Yu, keadaan Adri? tanya Sarah

Masih koma kak, sekarang di ICU jawab Ayu

Ya Tuhan semoga Adri cepat bangun dari komanya ucap Sarah sambil memeluk Ayu.

Kak Ayu takut kak, takut ka Adri gak ada lagi sama kita ucap Ayu.

Hush, Ayu jangan gitu, doain ka Adri supaya cepat sembuh dan bisa main sama kita lagi ujar Sarah menenangkan Ayu.

Ayu berjalan ke tempat duduk, dia sandarkan tubuhnya di kursi tersebut.

Ini semua gara-gara orang itu arrrgghhhhh teriak Ayu.

Semua orang di ruangan menjadi kaget karena teriakan Ayu. Ibu Rini berjalan menghampiri Ayu.

Heh, kamu kenapa di rumah sakit teriak-teriak? tanya Ibu Rini.

Ayu menyandarkan kepalanya ke ibunya dia menangis sejadi-jadinya. Sarah ikut menenangkan Ayu.

Ayu tenang Yu, ka Adri bakalan sembuh kok ucap Sarah.

Sar, jagain Ayu dulu ya, tante ada tamu lagi ucap Ibu Rini kepada Sarah.

Iya Tante jawab Sarah

Semua salah gw Yu, kalo gak nyuruh Adri ke citos pasti gak akan kejadian gini ucap Sarah

Maaf ya Yu ucap Sarah lagi.

Ayu mengepalkan tangannya, mimik mukanya benar-benar kesal. Sarah memeluk Ayu.

Maafin gw Yu, gw yang bikin semuanya jadi gini ucap Sarah sekali lagi kepada Ayu.

Sarah meneteskan air matanya. Ayu berontak, melepaskan pelukan Sarah. Tapi dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Ayu membungkukkan badannya dan menutupi mukanya
dengan kedua tangannya. Sarah berusaha menenangkan Ayu kembali, tapi usahanya gagal.

Sedangkan di luar rumah sakit seorang gadis itu tampak terburu-buru keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ke dalam rumah sakit dengan kondisi muka yang sembab seperti
habis menangis.

Sarah terus berupaya menenangkan Ayu, hingga akhirnya Ayu mulai kesal terhadap Sarah.

Pergiii sana pergiiii, jangan ganggu Ka Adri teriak Ayu kepada Sarah.

Kemudian Ayu pun berlari keluar dari ruangan tersebut. Sarah berusaha mengejarnya dan beberapa keluarga Adri terlihat mas Rio turut mengejar Ayu juga.

Ayuuu teriak Sarah sambil mengejar Ayu.

Ayu saat ini sudah berada di lobi, dia melihat Mery. Mery dan Ayu pun kembali beradu pandang seperti yang tadi terjadi di bioskop. Sarah terdiam di belakang Ayu karena dia melihat
Mery. Mery juga terlihat terdiam. Ayu menghampiri Mery yang terdiam. Dengan muka yang sangat marah, Ayu memegang tasnya dan melayangkan tasnya untuk memukul bagian
kepala Mery. Mery berusaha menangkisnya tapi tampaknya dia telat.

Ini semua gara-gara lo, kaka gw jadi giniii damprat Ayu kepada Mery.

Mas Rio dari belakang memegangi Ayu agar dia tidak memukul Mery lagi.

Ayu udah Yu, ini semua salah gw, ucap Sarah.

Lo juga pecun, diem ucap Ayu kepada Sarah sambil menampar Sarah.

Pergi kalian pergi, gw gak mau liat lo ada jenguk kakak gw ucap Ayu.

Ayu melemparkan tasnya ke arah Sarah kali ini.

Yu udah Yu bilang Mas Rio.

Ayu kemudian memeluk mas Rio.

Sar, mending lo pergi dulu deh, gw urusin Ayu dulu ucap Mas Rio.

Mas Rio mengambil tas Ayu yang dilemparkan tadi.

Yu, kita ke dalam dulu Yu, liat ka Adri lagi bujuk Mas Rio.

Mas Rio memapah Ayu menuju tempat tadi lagi.

Mery dan Sarah saling beradu pandangan.

Ayu di ajak Mas Rio berbicara kali ini.

Lo kenapa sih dek? tanya Mas Rio.

Mereka semuanya yang bikin ka Adri kayak gini jawab Ayu

Gw gak ngerti Yu ucap Mas Rio.

Tadi pas di PIM, kaka ketemu temennya yang baru dateng itu dia sama cowok, tapi gw pernah liat itu cewe juga main ke rumah deket juga sama kaka. ucap Ayu.

Terus kenapa Sarah ikut-ikutan kamu damprat? tanya Mas Rio lagi.

Pas baru nyampe di PIM, ka Sarah telpon, dia ngajak kaka pergi ke citos jawab Ayu.

Lah terus apa hubungannya sama cewe yang satu itu lagi? Kan Sarah pacarnya Adri. tanya Mas Rio lagi.

Ka Adri gak punya pacar, itu temennya yang satu namanya Mery kalo gak salah. Ucap Ayu.

Wah Sarah jomblo juga toh. Tau gitu sama gw ucap Mas Rio.

Mas Rio Apaan sih ucap Ayu sambil memukul mas Rio.

Eh sorry-sorry ucap mas Rio.

Gw jadi bingung deh siapa yang salah sebenernya ucap Mas Rio lagi.

Salah mereka semuanya ucap Ayu.

Yaudah mereka semua buat gw ya jawab mas Rio.

Ambil sana gak pantes mereka sama kaka gw ucap Ayu dengan kesel dan menonjok muka mas Rio.

Ahhhh sakitttt keluh mas Rio.

Sedangkan itu di lobby rumah sakit, setelah kejadian tadi.

Mery masih terdiam karena pukulan dari tas Ayu dan kata-kata yang diucapkan oleh Ayu masih teringat jelas di pikiran. Ini semua gara-gara lo, kaka gw jadi begini.

Lo gapapa Mer? tanya Sarah kepada Mery.

Mer, lo gapapa tanya Sarah sekali lagi kepad Mery.

Eh iya sorry gw gak apa-apa kok jawab Mery.

Gw Sarah ucap Sarah sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Mery menerima uluran tangan dari Sarah dan mereka saling berjabat tangan. Mery meminta maaf kepada Sarah atas kejadian beberapa hari yang lalu.

Sorry ya kejadian yang wkatu itu, gw emosi, gw jeles, dan gw kesel karena Adri gak jujur aja ucap Mery.

Oh udah lupain aja, gw ngerti kok kondisinya ujar Sarah sambil tersenyum.

Ke coffee shop di depan sana yuk ajak Sarah.

Boleh jawab Mery.

Mereka berdua berjalan ke arah coffee shop. Di perjalanan Mery tiba-tiba bertanya.

Gimana kondisi Adri? tanya Mery.

Gw juga belum liat langsung, tapi katanya masih koma. Jawab Sarah.

Author: 

Related Posts

Comments are closed.