Cerita Sex Tepian Hati – Part 23

Cerita Sex Tepian Hati – Part 23by on.Cerita Sex Tepian Hati – Part 23Tepian Hati – Part 23 Tepian Hati : Karenina Prayogo Ry.. bisa main lagu ini ga ?? tanya-ku pada Ryan yang sedang memainkan gitarnya sambil menunjukkan notes-ku, Rey, coba liat juga dech.. Notes itu berisi chord lagu yang sedang aku pelajari, ada tawaran dari salah satu produser yang kukenal untuk mencoba terjun ke dunia tarik […]

Tepian Hati – Part 23

Tepian Hati : Karenina Prayogo
Ry.. bisa main lagu ini ga ?? tanya-ku pada Ryan yang sedang memainkan gitarnya sambil menunjukkan notes-ku, Rey, coba liat juga dech.. Notes itu berisi chord lagu yang sedang aku pelajari, ada tawaran dari salah satu produser yang kukenal untuk mencoba terjun ke dunia tarik suara. Dan lagu ini ditulis oleh teman-ku.

Sementara kulihat Vic dan Edi berjalan menuju kapal memberi tanda untuk menunggu mereka sesaat, sambil memasukan minuman keras yang tadi dibawa oleh vic kembali ke dalam kapal, mereka tahu pacar-pacar mereka tidak suka mereka meminum minuman keras, dan sepertinya mereka akan berusaha membujuk sambil mengalah, aku melirik Jack. Dia masih mengenggam botol soju.

Kamu ga usah minum lah ya.. Aku berusaha mengambil botol itu dari tangan Jack, kemana sih pacarnya itu yang malah membiarkan Jack minum-minuman keras, padahal dia sama sekali tidak biasa meminum minuman keras seperti ini.

Tadi dia mengelak, berdiri dan malah mengambil jarak lagi dari ku, kuhela nafas panjang, mengalah dan mencoba bersabar.

Ayo ayo.. mulai donk.. Edison dan Vic berhasil membujuk pasangan mereka masing-masing dan kembali duduk mengitari api unggun, hanya Jack yang duduk agak sedikit menjauh, tapi aku yakin dia masih dapat mendengar dari tempatnya duduk.

Iya sabar donk Lee.. aku berjalan mendekati Rey dan Ryan yang sedang mencoba lagu itu, dengan cepat keduanya berhasil menguasai lagu sederhana itu dan memberikan tanda Ok padaku dengan jari yang mereka lingkarkan.

Hemm hemmm.. Aku berdeham sebentar, sambil menyamakan suaraku. Sory ya kalau suaranya jelek, nanti masuk studio juga jadi bagus koq.. hahhaa

Mereka bertepuk tangan sesaat,

One girls loves you
That girls loves you with all her heart
Everyday like a shadow she follows you around
When that girl smiles she is crying on the inside

How much longer
Do I have to just look at you alone
This love like the wind
This worthless love
If I keep trying will it make you fall in love with me
come a little bit closer
Just a little bit
I’m the one who loves you
Right now by your side
That girl is crying

That girl is very shy
So she learned how to laugh
There is so much that can’t be said even amongst close friends
That girl’s heart is full of scars

So that girl
Loved you because you were the same
Just another fool
Just another fool
Is it wrong to ask you to hold me once before you leave?
I want to be loved..its true
Every day inside…Inside his heart…She shouted and
That girl is by your side again today

Do you know that I’m that girl?
You wouldn’t act this way if you knew
You wouldn’t know because you’re a fool

How much longer
Do I have to look at you like this alone?
This stupid love
This worthless love
If I keep trying will it make you fall in love with me
come a little bit closer
Just a little bit
If I take one step forward you take two steps back
I’m the one who loves you
Right now by your side
That girl is crying
Dan Jack pun berdiri, berjalan sedikit limbung menuju kapal.. aku melihatnya menjauh perlahan, sementara yang lain memintaku untuk kembali bernyanyi akupun mengangguk menyanggupinya.

##
Kulihat Angel yang berdiri di depan pintu, matanya memerah menahan tangisan sambil menutupi pintu itu.

Kamu kenapa ? Tanyaku bingung aku tahu ada Jack di dalam sana

Dia menggeleng menjawab pertanyaanku, aku pun mencoba masuk meski Angel menghalangiku

Kenapa ? Jack di dalem ?? Aku memaksa masuk.

Jangan ci, Jangan masuk.. Pintanya..

Aku mendorong Angel kesamping, masuk ke dalam kamar dan langsung menguncinya. Kulihat Jack yang tengah berbaring, wajahnya yang memerah aku melangkah mendekatinya. Sementara di depan Angel terus mengedor pintu memintaku membuka pintu itu.

Aku mendekati Jack yang menatapku dengan pandangan bodohnya, aku mengangkat tanganku dan menamparnya.

Ga perlu pura-pura mabuk Jack.. Bentak-ku.

Aku mengambil jaket berwarna pink, entah milik siapa yang tergeletak di lantai dan membuka pintu itu berjalan keluar.

Kita tidur di depan aja ya.. sama aku.. aku menarik Angel, dan memintanya memakai jaket itu, dia mengangguk mengikutiku menuju salah satu kemah.

Aku mematikan lampu malam di tenda itu, Kamu tidur ya.. jangan dipikirin yang tadi.. Aku memeluk lembut Angel yang masih gemetaran kecil..

Aku membantunya masuk dalam sleeping bag, berdua denganku aku memeluknya dengan hangat.

Memeluknya dengan tulus sambil berfikir betapa bodohnya yang dilakukan oleh Jack tadi, jujur meski aku tak tega melihat Angel sekarang, tapi aku tengah berfikir keras menebak apa tujuan Jack melakukan itu, ingin Angel membencinya dan memutuskan hubungan dengannya, kembali padaku ?

Aku menepuk-nepuk punggung Angel, entah berapa lama hingga dia bisa tertidur, kutatap wajahnya yang begitu cantik, terlihat begitu polos kecantikannya sungguh menakjubkan jujur aku iri dengan kecantikannya itu, mata yang bulat meski tidak terlalu lebar dengan bulu mata yang lentik, bibir mungil, dengan hidungnya yang indah.

Tubuhnya mungkin tidak terlalu menarik, sedikit terlalu pendek untuk menjadi model, juga bukan tipe yang memiliki tubuh indah dengan payudara besar, tapi tubuhnya juga tidak jelek kulitnya begitu putih indah dan terutama semuanya justru menjadi penunjang yang sempurna senada dengan jenis kecantikannya itu, Angel.. dia memang seperti malaikat tak berdosa seperti namanya itu.

Dia tertidur pulas, meski air mata masih mengalir dari sepasang matanya yang terpejam itu, mengigit kecil jemarinya dalam tidur, mendekap hangat pelukan-ku.

Aku bertanya pada diriku sendiri, akankah aku rela merebut Jack dari gadis ini.. gadis sepolos ini.

##
Aku terbangun lebih dulu dari Angel, merias wajahku sedikit sebelum kulirik Angel yang masih pulas tertidur di sampingku, dia masih begitu menikmati tidurnya terlihat begitu lelah sambil mengigiti jempol tangannya dalam tidurnya, keluar dari tendaku melirik ke samping ke arah tenda Edison dan Jessica terlihat begitu mesra di depan tenda mereka.

Kulihat Jack yang berdiri di pinggir pantai dan berjalan mendekatinya.

Dia melirik sesaat padaku.

Gw tolol ya.. Dia tertawa sendiri

Aku tak menjawab membiarkan dia dengan segala pertanyaanya itu

Angel masih tidur ?? tanyanya lagi.

Iya masih, jangan ganggu dia tidur.. cegahku melihat Jack yang mulai berbalik hendak berjalan menuju tenda.

Dia berhenti menuruti nasehatku.

Gw harus gimana Ren ?? Tanya-nya bodoh

Loe yang tau Jack.. loe tau apa akibat dari yang loe lakuin tadi. Jawabku

Dia mengangguk menatap jauh kearah lautan, sementara ombak menyentuh kaki kami berulang-ulang.

Tolong bangunin Angel ya.. Makanan dah siap.. Jack berjalan membantu Pak Wildan dan satu anak buah kapal lain menyiapkan meja makan.

Dan akupun duduk di antara Angel dan Jack sambil menyantap bubur sarapan pagi kami, keduanya diam tak berbicara bahkan tak saling berpandangan satu sama lain,

Abis ini mau kemana nih ?? Tanya Edison memecah suasana.

Mau ke pulau seberang ga ?? Vic memberi usul sambil menunjuk sebuah pulau karang kecil di tengah lautan.

Boleh tuh, Jessica dan Mellisa kompak menjawab sambil meminum teh hangat mereka.

Kayaknya lomba berenang sampai sana bagus juga tuh.. rey kembali mengeluarkan usul konyol, sejak kemarin terlihat jelas ada sesuatu yang salah dengan hubungan Rey dan Ryan, aku tidak terlalu mengenal mereka memang tapi setahuku dari cerita Jenny kalau Rey dan Ryan harusnya adalah sahabat kental.

Iya iya, tapi jangan maksain diri lagi, yang cewe naik kapal aja ya.. Cheryl akhirnya buka suara,

Semua ikut kan ?? tanya Edison

Gw enggak dech.. Jack memutuskan tidak ikut serta

Kenapa ? Ga asyik dech.. Kembali jawaban khas anak kecil Lee terdengar

Ada urusan, Angel juga ga usah ikut. lanjutnya.

Yawda terserah dech.. Edison mengalah, Siangan aja ya,. Mandi dulu dan dinginin perut.. baru makan takut keram

Sambil membantu membereskan meja makan dan mencuci piring kami tadi, aku berusaha selalu dekat dengan Angel, tak perlu ada yang tau kejadian semalam, tapi aku juga harus memastikan bahwa tidak ada apapun yang terjadi dengan Angel, jujur aku khawatir kalau dia masih sedikit terguncang.

Kamu gapapa ?? Tanyaku sambil mencuci mangkuk bubur milik-ku

Angel tersenyum, berusaha sewajar mungkin.

Jack bukan orang seperti itu, mungkin dia mabuk aja.. aku berusaha menjaga citra Jack didepan Angel, dan lagi aku harus mengatakan itu agar apapun yang terjadi semalam, tak menjadi salah Jack sepenuhnya, karena kalau semua kejadian semalam adalah kesalahan Jack sepihak itu akan membuatnya harus menanggung semua akibat perbuatannya.

Bimbang memang, di satu sisi aku tak ingin Angel tersakiti, tak ingin Angel merasakan kegetiran seperti yang pernah kurasakan, tapi di sisi lainnya aku tak rela bila Jack harus terus bersama dengan gadis ini.

Sementara Edison menyewa sebuah sampan untuk para cewe yang telah mengganti pakaian mereka dengan bikini-bikini yang memamerkan tubuh indah mereka, ke tiga gadis itu memang begitu cantik, si kembar Jessica dan Mellisa dengan bikini sewarna mereka bercorak bunga, memperlihatkan lekuk tubuh mereka yang begitu sempurna. Atau Cheryl yang sedikit kurus dan pendek tapi wajahnya yang bulat dengan kecantikannya yang khas membuat semua kecantikan yang dimilikinya menjadi terlihat luar biasa.

Sementara ke empat lelaki tampan dengan tubuh berisi mereka, dada yang bidang dan otot-otot mereka yang begitu kencang sedang melakukan pemanasan di pinggir pantai, bersiap dengan perlombaan konyol mereka, sedikit membasahkan tubuh mereka agar lebih cepat beradaptasi dengan suhu lautan.
Ga ikutan kamu Ren ?? Tanya Cheryl mendekatiku sambil menarik-ku.

Ah enggak ah.. kamu aja duluan ci, aku males.. kataku sambil memeletkan lidahku

Dasar, koq males tapi pakai bikini begini sih.. Jawabnya sambil melirik-ku yang tengah mengenakan bikini berwarna merah yang jujur kusiapkan sesuai warna kesukaan Jack, apalagi modelnya yang memang lebih terbuka sehingga memamerkan lekuk tubuhku dengan lebih menggoda.

Adanya ini mau gimana lagi, Kataku beralasan sambil tertawa kecil

Yawda dah tanggung kan.. ikut aja ya Cheryl masih membujuk-ku

Ga dech, aku berenang di pinggiran aja ya.. kalian aja.. Sebenarnya aku tak ingin membiarkan Angel dan Jack hanya berduaan saja, mereka masih mengenakan baju pantai mereka sambil duduk tak jauh dari pinggir lautan, sepertinya tengah memperdebatkan sesuatu.

Udah sini, aku aja yang kasih aba-aba mulainya ya.. Aku memberi ide, melihat Ryan, Rey, Vic dan Edison telah bersiap di pinggir pantai.

Ide bagus tuh.. Rey menyambar dengan posisi siap melompatnya.

Aku tertawa, berdiri sejajar dengan mereka dan berteriak.. Siap ya !! SATU !!! DUA !!!! TIGA !!!!!!!! keempatnya langsung melompat berusaha mengerahkan seluruh tenaga mereka agar bisa menjadi yang tercepat dalam perlombaan, sementara para gadis mengikuti dari atas sampan yang didayung oleh anak buah pak Wildan, sambil bersorak mendukung pasangan masing-masing, kecuali Cheryl yang mungkin sedang kebingungan sekarang.

Aku pun melirik pada Jack dan Angel yang tengah berdebat panjang, aku hanya bisa berenang di pinggiran pantai menikmati ombak yang sesekali mendorong tubuhku, kalau bisa aku ingin duduk disana disebelah Jack dan Angel mendengar apa yang tengah mereka perdebatkan, tapi rasanya itu sangat tidak sopan.
Aku berenang kesana kemari, hingga tiba-tiba terasa ada yang aneh dengan kaki-ku, terasa begitu sakit.. mungkin keram tapi rasanya benar-benar menyakitkan..

Ya Tuhan, aku berada cukup jauh dari bibir pantai, aku berusaha meronta sebisa mungkin berenang mendekat, tapi rasa sakit itu malah semakin hebat, aku mengigit bibir bawahku menahan rasa sakit, masih berjuang, Ayo Karen kamu bisa.. ayooo

Aku berenang dengan semua yang aku bisa, tapi ini sudah batas maksimal yang aku bisa lakukan, aku harus meminta bantuan, tapi siapa ? apa Jack bisa mendengarku ditengah perdebatannya dengan Angel, tapi hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang.

Aku berusaha melompat sebisaku, melambaikan tanganku, sambil berteriak, namun malah membuat air laut mulai masuk dalam mulutku, aku tak bisa tidak untuk tidak menelan air laut itu, sementara kakiku semakin mati rasa dan aku mulai tenggelam..

##
Aku yakin tadi pasti Jack yang menyelamatkanku, tapi dia diam seribu bahasa sejak 3 jam yang lalu, juga tak mengatakan apapun pada Angel yang terkesan ikut menghindari Jack berkali-kali, aku yakin pasti Jack membantuku dengan memberikan nafas buatan untuk menyelamatkanku tadi.

Kulihat Ryan dan Rey yang tengah berdebat hebat, sementara Cheryl sendiri berusaha menengahi perdebatan mereka, sambil berulang kali menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Sementara Vic, Lee, Jessica dan Mellisa malah berlarian di pinggir pantai sambil memainkan layangan hias yang entah mereka dapatkan darimana, berlarian norak di pinggir pantai seperti film india, aku sendiri duduk di sebuah kursi menghadap ke pantai, melirik Angel yang diam tak bergerak dari duduknya.

Ikut aku.. Kata Jack tiba-tiba sambil menepuk pundak-ku, dia menutup bibirnya dengan telunjuk, memintaku untuk meninggalkan tempat itu tanpa diketahui siapapun.

Dia menungguku di sebuah lekukan menuju hutan, sementara aku mengendap dengan hati-hati agar tak ada yang mengetahui kepergian kami berdua. Aku mengikutinya berjalan menuju sebuah tebing, pemandangan yang indah dengan hamparan pasir putih dan ombak yang menggulung di pinggiran pantai, dari tempat ini kami juga bisa melihat tempat kami mendirikan kemah, suasana yang romantis dengan angin yang berhembus sedikit kencang membuat rambutku melambai mengikuti arah angin bertiup.

Anginnya Gerutuku sambil berusaha mengatur rambutku agar tidak berantakkan

Jack mengambil sebuah ranting kecil, meniup dan membersihkannya, dia berjalan kebelakangku, mengatur rambut-ku membuat sanggul dengan ranting itu sebagai tulangnya, sama seperti yang biasa dilakukannya dulu.

Sungguh jantungku berdebar kencang, terlebih mengingat kejadian tenggelam saat berenang tadi siang, hmmm apa akhirnya Jack akan memilih aku dibanding Angel, aku tahu aku pantas untuk mendapatkan lagi cintaku ini, tapi tetap ada sedikit rasa bersalah bila harus menyakiti gadis polos itu.

Jack berjalan menuju sebuah pohon, bersandar dan menatap jauh kearah lautan, menikmati pemandangan yang begitu indah dengan matahari yang bersinar pudar menuju terbenam, aku sedikit ragu namun meyakinkan kakiku untuk berjalan mendekatinya, saat tinggal selangkah lagi untuk berada di sampingnya, ia menarik-ku.

Aku menatap wajahnya yang sekarang berada tepat di depanku. Jangan-jangan dia sengaja mengajak-ku kesini untuk mengajak-ku bercinta, dia tahu outdoor selalu memberikan sensasi berbeda dalam berhubungan intim untuk-ku. Ah apa yang kupikirkan..

Kamu tahu ?? Tanyanya sesaat kemudian

Ya ? Jawabku bingung, meski aku yakin wajahku pasti tengah memerah sekarang.

Kamu tahu, aku ga pernah berhenti mencintai kamu.. Jack melanjutkan kata-katanya, meski tak menatap mataku, akhirnya.. mungkinkah dia akan mengatakannya.

Aku ga berhenti mencintai kamu, ga pernah.. Lanjutnya

Aku.. , Aku juga ga pernah.. ga pernah bisa.. aku langsung memeluknya dengan erat. Memeluknya begitu erat..

Krakkkk sesaat samar terdengar bunyi dahan yang patah, Jack melepas pelukanku, dia mencari kesegala arah mencari asal suara itu.

Kenapa ?? Tanyaku bingung

Hmmm.. gapapa.. Jawabnya. Aku berusaha memeluknya lagi, tapi dia menahan pundak-ku, menatapku begitu dalam

Karen, kamu selalu berharap aku menjadi lelaki yang lebih tegaskan, right ? Tanyanya dia terlihat begitu serius.

Iya.. lalu ?? Tanya ku bingung, tak dapat menebak apa yang akan dikatakannya nanti

Hmmm.. Jack menarik nafas panjang yang membuatku menahan nafas sesaat, menunggu apa yang akan dikatakannya.

Aku menjadi lebih baik sekarang, menjadi lebih dewasa, tegas dan berfikir panjang dan jernih untuk semua yang aku lakukan, bukan lagi sosok temperamental, plinplan dan menyebalkan, aku berubah demi kamu.. kalimat itu terucap lancar dari mulutnya, aku mengangguk setuju dengan perubahannya itu.

Aku tegas, aku ga pernah berhenti mencintai kamu, aku cuma berhenti.. dia terdiam sesaat, Aku berhenti untuk menyakiti diriku sendiri. Berhenti bermimpi bahwa kita memang diciptakan untuk bersama
Aku terdiam.. tak percaya dengan apa yang dikatakannya.

Maksud kamu.. Tanyaku aku tahu suara ku pasti bergetar sekarang, seirama dengan air mataku yang mulai menetes

Kita dah selesai Karen, kita harus berhenti menyakiti diri kita sendiri, mempercayai mimpi yang ga pernah ada..

Tapi,, tapi kenapa ?? aku memprotesnya.. Kenapa ga bisa? Apa yang bikin semuanya ga bisa terjadi ?
Kita tahu, kita sama-sama tahu kenapa kita ga bisa bersama.. jawab Jack.. Aku tahu semua..

Kamu tahu ? Kamu tahu ? Kamu tahu apa ? Kamu tahu aku tidur sama lelaki lain demi karier aku HAH !! aku tak bisa menerima argumentnya. Kamu tahu kenapa aku begitu ? , Kamu tahu aku begitu karena kamu, karena aku mau nunjukin diri aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan kamu, aku lakuin ini semua agar kamu.. ah udahlah.. aku menarik nafas panjang.

Bukan itu.. Jawabnya

BUKAN ITU APA !! Aku menghardik tangannya yang berusaha menarik tubuhku ke pelukannya

Bukan itu, kamu tahu sejak awal kita berbeda.. disini kita berbeda, disini juga.. Dia menunjuk hati dan kepalanya.

Iya aku tahu, tapi memang ada manusia yang sama ?? enggak kan ? Aku membela diri

Ga ada manusia yang sama, tapi ego kita, ego kita membuat kita tidak mampu melewati perbedaan itu, sejak awal kamu tahu.. kamu itu putri duyung yang mencintai seorang pangeran.. kamu tahu sejak awal kalau kita akan berakhir seperti ini, suatu saat kamu akan menghilang menjadi gelembung di lautan. Kita ga akan bersama selamanya. Jawabnya

Putri duyung.. manusia ?? Iya aku pernah bilang gitu dulu.. tapi apa kamu pikir kamu sama Angel itu sama ? Apa kamu berfikir kalau kalian itu sebanding ? Aku tak rela bila dia memilih Angel sungguh tak rela.

Liat aku Jack.. Liat aku.. aku bukan aku yang dulu, bukan aku yang ga sebanding sama kamu lagi.. aku sudah jauh lebih baik jauh lebih baik dari dulu..

Kamu, kamu yang membuat semua semakin jauh Karen.. kamu yang membuat semua itu.. ambisi, ego dan cara kamu hidup ga mengizinkan kita untuk bersama.. Jacksen beralasan lagi dan lagi

Apa Jack.. apa yang bikin kita ga bisa ? kasih aku contoh nyata.. Pintaku kembali menitik-kan air mata
Kamu inget waktu aku ditahan di kantor polisi.. Jawabnya

Iya aku inget, kamu tahu kan.. aku ga kalah sama pacar kamu itu.. aku dateng ke kantor polisi, sama kayak yang lain.. terus ? kamu mau kasih alasan apa lagi ?? udahlah jujur sama aku. Aku kehilangan kesabaranku mendengar alasannya yang seolah dibuat-buat.

Kamu yang tahu apa yang pakai waktu itu, kamu yang tahu berapa lama kamu merias diri.. dan kamu tahu, seperti apa Angel datang ke kantor polisi saat itu. Aku terdiam menjawab semua pertanyaan itu dalam hati.

Kamu mencintai aku, dengan selalu berfikir, siapa kamu, bagaimana kamu bisa pantas berada disisi aku. Tapi Angel mencintai aku, dengan hanya satu hal.. , Dengan ketulusan..

Dia diam sesaat,, melihat air mataku yang mengalir makin deras.

Dia mencintai aku, dengan berfikir apa yang terbaik buat aku, bagaimana aku bahagia tanpa perduli seberapapun dia akan menderita, kamu ? kamu mencintai aku dengan berfikir kamu harus menjadi yang terbaik buat aku, aku akan bahagia karena adanya kamu.

Aku yakin kamu mengerti kan ? Katanya.. aku mengangguk jujur.. aku tahu perbedaanya dengan jelas, egosentris aku yang begitu besar.. karena kata AKU aku mencintai Jack karena adanya AKU berbeda dengan cinta Angel untuk Jack.

Lalu kamu berfikir kalau Angel sebanding sama kamu ? Pantas untuk semua ini ? Tanyaku tak rela
Jack menggelengkan kepalanya.

Kamu tahu kalian juga ga sama kan ? Terlebih kayaknya kamu tahu kalau Angel punya hubungan yang aneh sama Ervina..

Dia mengangguk.. Aku tahu..

Lalu, apa yang mau kamu perjuangkan lagi untuk hubungan semacam itu, kamu mau liat Angel sama kaya aku, putri duyung yang mencintai pangerannya dan menghilang seperti gelembung di lautan.

Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

Aku, aku yang akan jadi ikan duyung melihat seorang putri cantik yang terombang ambing dilautan, aku akan menyelamatkan dia, jatuh cinta padanya. Dan melakukan apapun untuk bisa bersamanya, dan bila kami akan berpisah nanti.. aku dengan tersenyum akan menjadi gelembung dan menghilang darinya. Jawabnya dengan begitu yakin.

Ya Tuhan.. aku tak percaya Jack yang kukenal bisa mengatakan hal semacam itu.

Udahlah.. kamu aneh sekarang Aku berlari meninggalkannya, sementara hujan mulai turun.. Jack terdiam sesaat sebelum kemudian mengejarku.

Aku berlari begitu cepat menuruni bukit ikut, sementara dia mulai mengejarku..

Karen hati-hati.. Teriaknya berulang-ulang, tapi apa perduliku.

Aku melihat dari arah depan, Edison berlari mendekat, dia berlari begitu kencang sambil berteriak..

Karen awas !!! Teriaknya, terlambat aku terjatuh ke sebuah lubang berguling beberapa saat sebelum kemudian berhenti, tubuhku terasa begitu sakit, aku tak melihat sebuah jurang kecil dan terjatuh ke dalamnya tidak terlalu dalam sepertinya.

Karen,,.. Suara itu suara Edison..

Tak lama terdengar sepasang langkah lain,

Jack.. Angel hilang.. Edison tiba-tiba menyela..

HAH !!! Siallll !! Jack terdengar berteriak.. Loe bantu Karen.. Suara langkah itu kembali menjauh.. Jack pergi tanpa sedikitpun menoleh mencariku.. Dia dengan nyata memilih Angel dibanding aku.

Tubuhku memang terasa begitu sakit.. namun tak sesakit hatiku yang merasa begitu ditinggalkan sementara Lee ikut melompat turun ke dalam lubang dan telah berada disampingku sekarang.

Loe gapapa ?? Tanyanya.. Apa yang sakit ??

Aku diam tak menjawab, memilih memeluk Edison dan menangis di dadanya.

To Be Continued

Author: 

Related Posts

Comments are closed.