Cerita Sex Jalan Anak Adam – Part 16

Cerita Sex Jalan Anak Adam – Part 16by on.Cerita Sex Jalan Anak Adam – Part 16Jalan Anak Adam – Part 16 Part 13 “Kamu tu tau gak, kalau sebenarnya aku tu benar – benar sayang ma kamu. Aku sendiri gak tau kenapa ini bisa terjadi. Tapi rasa sayang dan cinta ini sekarang uda gak murni lagi. Karena sayang dan cintaku sekarang uda terbagi buat 2 orang. Kamu dan Candra. Dan […]

Jalan Anak Adam – Part 16

Part 13

“Kamu tu tau gak, kalau sebenarnya aku tu benar – benar sayang ma kamu. Aku sendiri gak tau kenapa ini bisa terjadi. Tapi rasa sayang dan cinta ini sekarang uda gak murni lagi. Karena sayang dan cintaku sekarang uda terbagi buat 2 orang. Kamu dan Candra. Dan jika kamu minta aku memilih, aku jawab aku gak akan pernah bisa memilih salah satu diantara kalian. Karena kalian begitu berarti buat aku,”ucapnya sambil menahan tangis. “Dan jika kamu atau Candra tetap memaksa aku buat memilih salah satu dari kalian, kamu udah harus tau aku milih siapa.”lanjutnya sambil berlari kedalam kamar sambil menutupi raut wajah dan tangisnya.

BBBBBBLLLLLLLLLLLAAAMMMMMMMMMM

Part 14

Inikah mimpi ataukah kenyataan? Yang jelas diriku masih berkutat di dalamnya. Aku sendiri tak sadar mengapa semua harus terjadi seperti ini. Aku tau, hidup ini hanyalah sebuah permainan. Tapi, apakah sekarang aku dipermainkan? Aku tau pula jika hidup ini haruslah dijadikan sebuah hiburan selain untuk menatap kepenatan realita. Tapi pantaskah diriku dijadikan hiburan? Biarlah kucari jawaban itu. Biarlah diri ini terlunta – lunta menjalani semuanya. Karena justru aku sadar, mungkin inilah yang disebut dengan JALAN ANAK ADAM.

Entah mengapa semangatku terbang entah kemana mendengar penuturan Indah barusan. Apakah kupantas mendambanya? Layakkah diriku untuk menantikan cintanya? Kata demi kata yang baru saja diucapkannya masih saja bergema di dalam gendang telingaku

“Kamu tu tau gak, kalau sebenarnya aku tu benar – benar sayang ma kamu. Aku sendiri gak tau kenapa ini bisa terjadi. Tapi rasa sayang dan cinta ini sekarang uda gak murni lagi. Karena sayang dan cintaku sekarang uda terbagi buat 2 orang. Kamu dan Candra. Dan jika kamu minta aku memilih, aku jawab aku gak akan pernah bisa memilih salah satu diantara kalian. Karena kalian begitu berarti buat aku,”ucapnya sambil menahan tangis. “Dan jika kamu atau Candra tetap memaksa aku buat memilih salah satu dari kalian, kamu udah harus tau aku milih siapa.”lanjutnya sambil berlari kedalam kamar sambil menutupi raut wajah dan tangisnya.

Aku masih saja duduk terdiam di kursi di depan kamar tempat Indah dan Candra dirawat. Masih pula berfikir. Masih pula secara otomatis menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Tapi mengapa badan ini tak dapat kuperintahkan untuk pergi saja dari tempat ini. Raga kasarku serasa terpatri di kursi yang kini aku duduki.

Tak kusangka bahwa cinta pada pandangan pertamaku ternyata begitu rumit seperti ini. Kucoba untuk menelaaah lebih jauh, tentang siapa yang akan dipilih oleh Indah. Tapi pemikiranku ternyata buntu. Ya buntu, mungkin itulah kata yang tepat untuk keadaan dimana diriku tak bisa memikirkan apapun tentang masalah yang tengah kuhadapi.

Kucoba memejamkan mataku, siapa tau begitu aku bangun dapat kupikirkan kembali masalah yang tengah terjadi padaku. Cinta segitiga ku.

——————————————————————————————————————————-

Pukul 10.00

Kantin RS MB

“Di sini sedia apa aja bu?”

“Ada soto ayam kemiri, nasi gandul, petis kambing, kotokan tahu tempe. Mau apa?”Tanya ibu pemilik salah satu kantin di RS MB ini.

“Nasi gandul aja bu. Minumnya es coffeemix ada ga bu?”

“Ada. Tunggu bentar ya.”

Saatnya memanjakan perutku. Karena belum sarapan alhasil sekarang perutku menuntut untuk diisi. Sekaranglah saatnya, jika tidak pasti penyakit maghku kambuh lagi dan aku gak mau kalau itu terjadi.

Kuedarkan pandanganku ke sekeliling untuk melihat siapa saja yang ada di kantin ini. Siapa saja ada orang yang ku kenal atau mungkin justru kenalan dari orang tuaku. Aku tak mau orang tersebut melapor kepada orang tuaku karena jujur saja aku tak mau mengecewakan orang tuaku. Ironis memang. Satu sisi aku tak ingin mengecewakan orang tuaku dan di sisi yang lainnya aku justru ingin bersama Indah. Aku sadar, aku harus memilih. Dan sialnya, rasa sayangku pada Indah mengalahkan keingininan untuk tak mengecewakan orang tuaku.

“Ini mas, nasi gandul sama es coffeemixnya.”

“Iya bu, makasih ya.”

Sudah lama aku tak makan nasi gandul khas daerahku ini. Rasanya sangat enak. Beban pikiranku kini telah terganti dengan rasa ingin menyantap perlahan dan menikmati rasa special dari makanan yang tersaji di depanku sekarang ini.

Latar Belakang
Dinamakan nasi gandul karena pada awalnya penjual masakan ini membawa barang dagangannya dengan cara dipanggul dengan mengunakan bambu yang di ujung ujung bambu itu diikatkan bakul nasi pada satu sisi dan kuali tempat kuah pada sisi yang lain, sehingga saat penjual masakan ini berjalan memanggul bambu ini di pundaknya untuk menjajakan masakannya, kedua sisi bambu ini bergantungan bakul nasi dan kuali kuah secara menggantung (gandul).
Pada awalnya penjual nasi gandul ini berasal dari desa Gajahmati, Pati; itulah sebabnya sering ditemui kata-kata Nasi Gandul Gajah Mati. Walaupun pada akhirnya banyak ditemui penjual nasi gandul yang tidak berasal dari desa Gajahmati tetap menuliskan kata desa Gajahmati pada spanduk tempat makan mereka.
Cara Penyajian
Cara penyajian nasi gandul ini tergolong unik, karena dalam penyajiannya piring dialasi dengan daun pisang. Makannya juga tidak menggunakan sendok, melainkan suru, yaitu daun pisang yang dipotong memanjang dan dilipat dua untuk digunakan sebagai penganti sendok. Namun biasanya para penjual nasi gandul tetap menyediakan sendok maupun garpu untuk persiapan apabila pembeli tidak dapat menggunakan suru.
Saat membeli nasi gandul biasanya hanya akan mendapatkan nasi putih ditambah kuah gandul dengan sedikit potongan daging sapi. Apabila lauk yang telah diberikan dianggap tidak cukup, pembeli dapat meminta tambahan lauk kepada penjual. Biasanya tambahan lauk yang tersedia pada nasi gandul adalah: tempe goreng, perkedel, telor bacem, daging sapi, dan jerohan sapi. Tambahan lauk ini dapat dipotong kecil-kecil sesuai dengan permintaan pembeli.
[IMG]https://encrypted-tbn1.************/images?q=tbn:ANd9GcQrFK87L5xXbNa7i7PNt-oEL1cGA1G6veEadAcJ-_Qj6hhn5vDQPg[/IMG]

—————————————————————————————————
Pukul 14.00

Telah 30 menit sejak waktu pulang sekolah dan kini aku duduk di halaman parkir sepeda motor menanti kedatangan Herman, sahabatku. Sebatang rokok djarum super masih tergantung di tanganku dengan nyala bara api serta kepulan asap rokok menemaninya. Sekaranglah waktunya aku meminta penjelasan kepada Herman mengapa dia mengirim SMS seperti itu kepada Indah. LANCANG!!!! Begitulah pikiranku kepada Herman.

Tak lama Herman pun datang dengan mengendarai RX – KING kesayangannya. Kulihat ia tengah berjalan tak tentu arah seperti terlihat bingung harus mencari aku kemana. Kuhisap rokok dalam – dalam dan kemudian kulempar ke tanah lantas kuinjak hingga bara apinya padam. Kulangkahkan kakiku berjalan menghampiri Herman. Kutepuk pundaknya.

“Man,”ucapku singkat.

Tak perlu menunggu lama setelah kupanggil namanya, kulayangkan sebuah bogem mentah tepat ketika ia tengah menoleh ke arahku. Alhasil tubuhnya terpental dan jatuh tepat mengenai motornya yang menyebabkan motor Herman ambruk dan menimpa motor lainnya, sehingga motor lainnya turut ambruk secara beruntun. Tak kupedulikan tatapan orang lain yang selalu serba ingin tau. Kutarik kerah baju Herman dan kuseret ia agar menjauh daripada kerumunan yang terjadi secara otomatis. Begitu sampai di tempat yang kurasa cukup sepi, kulayangkan kaki kananku seraya berbalik hingga mengenai pipi kirinya. Sekali lagi ia terpelanting dan jatuh di tanah dengan telungkup.

“Tangi su (Bangun njing)!!!!!”

Kulihat ia masih saja telungkup di tanah.

“Tangi su (Bangun njing)!!!!” ucapku sekali lagi padanya.

“Rak sah etok – etok semaput. Herman sing tak kenal dudu banci koyo ngene ki (Gak usah pura – pura pingsan. Herman yang aku kenal bukan macam banci seperti ini).”

“Hahahahahahaha……. Emang asu kowe ki Wan (Emang anjing kamu tu Wan).” ucapnya sambil tertawa dan secara perlahan ia bangun.

Kuambil hp di saku kiri celana jeans yang aku kenakan.Kubuka folder pesan terkirim dan mencari sms yang dikirimkan Herman kepada Indah.

Message Delivered to : Indah
Lonte asu. Kowe ngerti Awan seneng banget ro kowe. Malah mbok gawe koyo ngene ki. Kan yo iso mbok tolak mau. Kowe ki mang bajingan cilik. Asu!!! Herman. (Perek anjing. Kamu tau Awan tu suka banget sama kamu. Malah kamu buat kaya gini. Bisa saja kan tadi kamu tolak dia. Kamu tu emang bajingan kecil. Anjing!!!!)

“Opo maksud smsmu iki (Apa maksud smsmu ini)?”

Author: 

Related Posts

Comments are closed.